Kajian Cepat Longsor Kecamatan Kampak – Munjungan, Kabupaten Trenggalek

Trenggalek (21/01/2018), terjadi longsor di sepanjang 200 m yang menutup akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Kampak dan Kecamatan Munjungan. Tertutupnya akses jalan dapat menyebabkan warga di Kecamatan Munjungan menempuh jarak lebih jauh untuk menuju kota, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu perekonomian warga sekitar. Melihat kondisi tanah longsoran yang masih labil dan memiliki volume longsor yang besar, tim PUI GAMA-InaTEK melakukan kajian terhadap kondisi geologi di lokasi tersebut pada hari kedua setelah kejadian longsor.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, zona longsor ini berada pada zona sesar yang kompleks dengan struktur geologi yang dipengaruhi oleh sesar geser dekstral yang memanjang. Longsor di Kecamatan Kampak ini memiliki tipe rotational slide (slump) dengan tinggi mahkota longsor mencapai 100 m. Kombinasi dari morfologi lereng yang terjal (lebih dari 40°), jenis batuan berupa breksi vulkanik yang banyak mengandung mineral feldspar, pengaruh alterasi hidrotermal dan jalur patahan yang ada membuat lereng di lokasi ini sangat rentan mengalami longsor.

Material tanah yang memutus total jalur utama perlu dibersihkan segera sehingga dapat digunakan kembali sebagai jalan akses, namun hal tersebut terkendala oleh kondisi tanah yang masih labil dan menutup badan jalan dengan ketebalan mencapai 5 sampai 10 meter. Setelah dilakukan diskusi yang dipimpin oleh Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, rencana pembersihan material melibatkan BPBD, Dinas PUPR, Basarnas Pos Trenggalek, kepolisian, Perhutani, anggota TNI, dan masyarakat dengan menggunakan dua alat berat jenis loader dan dua ekskavator. Tim yang telah terbentuk tersebut dapat membersihkan material dalam waktu kurang lebih 10 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *